MEMBACA ARTIKEL
Widya Fitri
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia
Universitas Islam Riau, Pekanbaru
2017
A.
PENDAHULUAN
Membaca merupakan suatu kegiatan untuk memahami suatu topik bacaan karena dengan membaca kita dapat
memperoleh suatu informasi yang terdapat dalam suatu topik yang kita baca. Menurut Prof. Dr. Henry
Guntur Tarigan (2008:7) “Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta
dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh
penulis melalui media kata-kata /media tulis”. Jadi, dapat disimpulkan bahwa
dengan membaca kita dapat memberikan suatu informasi bacaan yang disampaikan oleh penulis melalui
media kata-kata atau media tulis
yang telah penulis ungkapkan.
Dalam
proses membaca disini terdapat teknik-teknik membaca dan pemahaman
“ Kemampuan membaca ialah kecepatan membaca dan
pemahaman isi secara keseluruhan memakai
istilah ini dapat juga dikatakan bahwa, kemampuan membacadapat ditingkatkan
dengan penguasaan teknik-teknik membaca efisien dan efektif”
Kemampuan
membaca itulah termasuk proses kognitif atau pengetahuan. Kemampuan membaca
adalah kemampuan sesorang dalam meningkatkan cara membaca yang baik. Menurut Tumpubolon
(2008:7) dinyatakan sebagai berikut: “ Sehingga dapat disampaikan bahwa kemampuan membaca
adalah kemampuan orang
dalam memahami suatu isi bacaan secara menyeluruh dengan meningkatkan
cara membaca dan penguasaan teknik-teknik membaca yang efisien dan efektif ”.
Dengan demikian dapat kita
perjelas bahwa kemampuan yang dikaitkan atau dihubungkan dengan membaca adalah
kemampuan seseorang untuk merespon secara sadar susunan tertulis yang
dihadapinya. Membaca
juga bertujuan untuk memahami
ide, kemampuan menganalisis suatu isi bacaan secara menyeluruh dan paling
penting yaitu tujuan membaca adalah agar mendapatkan suatu informasi,
memperoleh pemahaman dari suatu artikel atau bacaan yang kita baca agar kita
menemukan atau mengetahui apa yang terjadi pada setiap bagian cerita, serta
untuk memecahkan masalah-masalah yang dibuat tokoh. Dengan kata lain membaca
juga membutuhkan keterampilan untuk mengetahui permasalahan pada setiap keseluruhan
isi yang dibaca. Menurut Tarigan (2008:9) tujuan utama dalam membaca adalah
untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami bacaan. Maka
dapat disimpulkan bahwa tujuan dari membaca ialah mengetahui dan memecahkan
permasalahan serta sekaligus dapat memperoleh informasi dan memahami isi bacaan”.
Alasan saya untuk membahas materi
mengenai membaca artikel ini yaitu untuk mendalami lagi apa saja atau pun bagaimana cara membaca artikel
yang baik dan benar karena mendengar kata artikel tersebut mungkin kita dapat
langsung terbayang dibenak kita sebuah karya yang erbentuk tulisan yang
fungsinya untuk menyampaikan informasi untik masyarakat luas, dan mungkin
sebagian dari kita juga masih bingung atau pun masih belum paham tentang apa
itu cara membaca artikel yang benar dan apa saja yang perlu kita ketahui dalam
membaca artikel.
Berdasarkan pernyataan yang telah
dikemukankan dalam pembahasan membaca artikel, perlu dikemukakan lagi berberapa masalah yang perlu
dibahas dalam pembahasan
ini. Secara umum yang akan dibahas dalam masalah ini yaitu terkait tentang konsep membaca
artikel, cara membaca artikel, teknik-teknik membaca artikel, latihan membaca
artikel. Dengan demikian perlu kiranya saya kemukakan perumusan masalah yang
akan dibahas, yaitu sebagai berikut: pertama
apakah yang dimaksud dengan artikel? Kedua
bagaimana cara membaca artikel? Ketiga
apa saja teknik-teknik membaca artikel?
Berdasarkan
rumusan masalah dan tujuan penulisan yang telah diuraikan, dapat dibuat manfaat
penulisan dalam pembahasan makalah ini. Manfaat yang diharapkan dalam penulisan
makalah ini, terkait tentang membaca artikel. Agar pembaca dapat menambah
pengetahuan dan wawasan pembaca terkait tentang
artikel, cara membaca artikel, teknik-teknik membaca artikel. Selain
itu, diharapkan agar pembaca dapat menjadikan pembahasan ini sebagai acuan
untuk mengetahui serta meningkatkan kemampuan membaca yang lebih efektif dan
efisien.
B.
PEMBAHASAN
Pada
pembahasan ini akan dikemukakan terkait tentang membaca artikel. Secara rinci
bagian-bagian yang akan di bahasa dalam pembahasan ini yaitu: pengertian
artikel, cara membaca artikel, teknik-teknik membaca artikel.Tujuan mendeskripsikan bagian-bagian
ini adalah untuk memberikan gambaran umum tentang berberapa konsep yang
dimaksud, untuk lebih jelasnya berikut akan dijelaskan secara rinci.
a.
Pengertian
Artikel
Artikel
adalah
suatu karya
tulisan atau bacaan yang berupa
karangan yang bergunanya
untuk menghibur serta mendidik
ataupun mengkeritis yang
biasa
dimuat melalui majalah ataupun media massa media massa disini yaitu koran ataupun majalah.
Menurut KBBI (Edisi Terbaru:71)“artikel
karya tulis ilmiah yang tidak terlalu panjang tetapi lengkap, biasannya dimuat
dikoran, majalah.”
Jadi sayasimpulkan bahwa artikel adalah karya
tulis ilmiah yang tidak terlalu panjang tetapi lengkap, berguna untuk menghibur
dan mendidik yang dimuat melalui media massa berupa majalah dan koran”.
Artikel
juga dapat dikatakan sebagai karya ilmiah, karena dapat di jadikan sebagai
sarana untuk mengembangkan ilmu, memaparkan hasil penelitian atau mengkaji
suatu masalah. Menurut Wahyu Wibowo (2015:1)
“Artikel
ilmiah sebagai salah satu jenis karya tulis ilmiah, dewasa ini memang sudah
menjadi tuntutan kaum akademikus. Selain sebagai cermin skala aktivitas
penelitian mereka, artikel ilmiah juga wajib dipublikasikan melalui jurnal”
Maka
dapat disimpulkan bahwa artikel ilmiah dapat dijadikan sebagai pedoman untukmeneliti, mengembangkan ilmu, serta
mengkaji suatu masalah. Sehingga informasi yang terkandung dalam artikel ilmiah
tersebut dapat dijadikan bahanuntuk
bahab penelitian atau pengkaji selanjutnya supaya lebih mempermudah seorang peneliti untuk
memahami suatu artikel yang dibuatnya nanti.
Artikel
ilmiah atau bisa juga disebut karya tulis ilmiah merupakan tulisan khusus, karena pada dasarnya artikel ilmiah merupakan suatu
susunan bahasa karya tulis ilmiah yang memang pada darnya harus ditulis karena
dalam menulis artikel disini memiliki aturan dalam penulisannya, dimana
tulisan yang telah dirancang untuk dimuat dalam buku kumpulan artikel atau
jurnal, ditulis dengan tata cara ilmiah serta mengikuti pedoman yang telah
disepakati. Menurut Wibowo (2015:IX) dinyatakan sebagai berikut:“Artikel ilmiah adalah tulisan
khusus yang diolah(ditulis kembali) dari suatu bentuk karya tulis ilmiah, baik
itu laporan penelitian maupun karya tulis akademik, kemudian diterbitkan di
dalam jurnal akademik bereputasi, yakni jurnal terbitan perguruan tinggi atau
terbitan himpunan profesi akademik yang terakreditasi”.Jadi, dapat dikatakan bahwa tulisan khusus karena memang pada dasarnya
ditulis dan mengunakan
metode-metode dengan tata cara ilmiah merupakan salah satu jenis
tata permainan bahasa karya tulis ilmiah, yang memang harus ditulis secara khusus karena
memiliki aturan tersendiri
dalam penulisannya.
b. Konsep
Membaca Artikel
Konsep
membaca artikel disini adalah suatu tata cara penyusunan konsep yang berupa
susunan-susunan ataupun langkah-langkah utama dalam pembuatan suatu karya
ilmiah bermula dari tata cara tersebut kita bisa menyalurkan ide atau pendapat
maka dari pada itu adapun konsep-konsep yang perlu kalian ketahui konsep tersebut
yaitu sesuatu yang memiliki komponen, unsur, serta ciri-ciri yang dapat diberi
nama.Menurut pendapat Wahyu Wibowo (2015:53) :
“Tujuan memperluas pengetahuan sebagaimana disebutkan
di atas haruslah dilembari oleh strategi komunikasi yang kintekstual, yang
dalam hubungan ini berupa kepiawiaan kita dalam memahami dan mendayagunakan
format universal artikel ilmiah, yaitu : (a) judul, (b) baris kepemilikan, (c)
pendahuluan (d) abstrak dan kata kunci (e) pendahuluan (f) analisis dan pembahasan
(g) hasil pembahasan (h) simpulan (i) persantunan (j) referensi”.
Jadi bisa disimpulkan bahwa
konsep membaca disini merupakan tahap awal dalam pembuatan suatu artikel dan
didalam membuat artikel terdapat format-format universal artikel ilmiah yang berupa
judul, baris kepemilikan, pendahuluan, abstrak dan kata kunci pendahuluan,
analisis dan pembahasan, hasil pembahasan, simpulan, persantunan, referensi.
Format Artikel Universal :
a. Judul
yang provpokatif dan “seksi”
Format yang paling awal dalam penulisan judul suatu karya tulis ilmiah
ataupun artikel ilmiah tersebut haruslah yang singkat berarti disusun tidak
lebih dari dua belas kata dan penulisannya pun harus melalu tahap-tahap model
judul topik.“Dalam konteks artikel ilmiah judul yang singkat berarti disusun tidak
lebih dari dua belas kata, Penyusunanya pun harus melalui model judul-topik (
bukan judul tema) sehingga membayangkan objek formal itu sekaligus objek material
artikel ilmiah tersebut” Menurut (Wibowo, 2015: 53-54).Jadi kesimpulannya dalam
penulisan judul karya tulis ilmiah tersebut tidak boleh singkat dan
penulisannya haruslah mengikuti aturan yang telah ditetapkan karena tujuannya
agar pembaca dapat langsung mengetahui ruang lingkup permasalahan yang dikaji
penulisannya.
Dalam penulisan artikel imliah disini haruslah menggunakan ungkapan frasa yang sudah dijelaskan dalam penulisan
artikel ilmiah “ Khusus untuk artikel
bidang ilmu sosial dan ilmu
humaniora sebaiknya perumusan judulnya
hendaknya diungkapkan melalui frasa yang relasional dan bukan frasa yang
mengandung makna kausalitas” (bdk,Ahmadi,2011;Wijayata,2011).Jadi inti dasarnya
adalah proses ataupun tata cara pembuatan judul harus dalam kasus tertentu dan
dan dalam perumusannya harusnya menggunakan kata baik dan benar hendaknya diungkapkan
melalui frasa yang reasional dan bukan frasa yang mengandung makna kausalitas.
|
Contoh judul yang terkategori provokatif, seksi,
singkat dan tepat (Sumber : Peserta Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah untuk
Dosen se-Indonesia, DP2M Ditjen Dikti,Kemdikbud RI,2007-2010). |
|
1.
“Keanekaragaman Hymenopora di Daerah Aliran Sungai Cianjur” 2.
“Penggunaan Bahasa dalam Tarian Maengket sebagai Pengungkap Pola Pikir Etnik Tonesea” Sumber : Wahyu wibowo (2015 :55) |
b.
Baris Kepemilikan
Dalam
Penulisan disini penulis menunggkapkan bahwa cara penulismengungkapakan suatu
rujukan baik itu itu merujuk kepada suatu penghargaan ataupun untuk memberi
penghargaan untuk si penulis. Baris kepemilikan merupakan merujuk kepada hak
penghargaan kepada si dan dalam penulisan nama disini menggunakan tanpa nama
gelar. Penulis Baris kepemilikan (byline) adalah keterangan tentang nama
penulis artikel ilmiah yang ditulis tanpa gelar apa pun. Di bawahnya, diterakan
alamat surel (e-mail) yang bersangkutan dengan tujuan agar memudahkannya berkorespondensi dengan
tujuan agar mempermudah berkorespondensi dengan pembaca yang tertarik, Surel
yang diterakan biasanya surel lembaga perguruan tinggi tempat sipenulis
bekerja.Baris kepemilikan diletakkan dibawah judul judul artkel ilmiah.Menurut
Rifai (2012) :
“Baris kepemilikan selain
merujuk pada hak kepenghargaan
penulisnya, juga merujuk pada hak kepemilikan artikel ilmiah tersebut”. Jadi
baris kepemilikan disini yaitu tata cara pembuatan nama dan tata cara membuat
rujukan”.
|
Contoh Ke-1 Baris
Kepemilikan : |
|
Judul Artikel
Ilmiah Puliana Nitayakanti Sumber : Wahyu wibowo (2015:58) |
Contoh pertama
mengungkapkanbahawa si penulis artikel ilmiah, melakukan penelitiannya ketika
sedang study lanjut di Universitas Nasional, Jakarta, tentang dimana ia bekerja
akan diketahui dari alamat surel dari catatan kaki artikelmilmiah tersebut.
|
Contoh Ke-2 Baris Kepemilikan : |
|
Judul Artikel
Ilmiah Eduardo
Erlangga; Puliana Nitayakanti; Lily Sofyan (pascasarjana@unas.ac.id); Dan Sindi Niyatasista Sumber : Wahyu wibowo (2015:58) |
c.
Abstrak dan kata kunci
Abstrak
merupakan suatu yang tidak nyata namun hanya berupa ide-ide, atau sesuatu yang ditempuh pikiran yang akan menuju
kesuatu ide yang menarik dan bermakna. “Abstrak adalah proses yang memungkinkan
ide-ide universal dijadiakan milik pikiran, atau sesuatu yang masih berperoses
dalam pikiran” (bdk. Bagus,2002).Jadi Astrak merupakan sesuatu ide yang masih
dalam fikiran.
Kata kunci
dari dokumen yang mewakili semuanya
dalam suatu artikel ilmah. “Kata kunci adalah sepilihan kata yang
bermakna dari sebuah dokumen yang dapat dipakai untuk menindeks kandungan
isinya” (Rifai :2012).Jadi kata kunci merupakan suatu kata yang paling penting
karena selain bisa menjadi dokumen dan dipakai untuk menindeks kandungan isi
artikel ilmiah tersebut.
|
Contoh asbtrak dan kata kuncinya : |
|
The research about saunding of groundwater pollution by leachate using
self-potential method was carried out at finaldiposal site of solid wasre at
sukolio, Surabaya. The result of measurement was analyzed by software surfer
to abtained map of self-equipotential countor. The results of research
indicated that there were point of leachate soururcer to groundwater as
showen by a high value of self-potential self-potential due to conducative
fluid flow containing metals from leachate. Keywords: Selft-potential method, surfer, leachate. Sumber : Wahyu
wibowo (2015:61) |
d.
Pendahuluan
Pendahulan
disini yaitu si penulis memberikan penjelasan tentang latarbelakang suatu
artikel ilmiah yang yang ditelitinya, apakah latar belakang seseorang menjadi
ingin mengamati suatu objek bahan karya ilmiah tersebut, dan apa sebab seseorang
menjadi tertarik ingin menelitinya. “Suatu penelitian yang
dilatarbelakangi pradigma metode
tertentu akan menentukan suatu model
penelitian tertentu juga” (Kalean, 2005: Wibowo,2012). Jadi pendahuluan disini
merupakan inti dasar suatu penelitan dan memiliki metode tertentu dan akan
menentukan suatu model penelitian tertentu juga.
|
Contoh awal
paragraf sebuah pendahuluan artikel ilmiah yang ditulis secara bertele-tele
alias tidak langsung menuju inti sari pokok masalah : |
|
Indonesia
adalah sebuah masyarakat majemuk atau bhinneka tunggal ika yaitu sebuah
masyarakat negara yang terdidi atas
suku bangsa yang dipersatuakan dan diatur oleh sistem nasional. Dalam
masyarakat indoneisa yang majemuk,
penekanan keanekaragaman terletak pada suku bamgsa dan kebudayaan suku
bangsa. Setiap masyarakat suku bangsa
secara turun temurun mempunyai dan menenempati suatu wilayah yang akui
sebagai hak daulatnya ditempat itulah sumber-sumber daya mereka dimamfaatkan
untuk kelangsungan hidup mereka (Sumber
: “Kesukubangsaan dan posisi orang china dalam masyarakat majemuk Indonesia”,
Antarpologi Indonesia, XXVI-2003). Sumber : Wahyu wibowo (2015:64) |
e.
Analisis dan
pembahasan
Analisis adalah merupakan suatu proses pendataan
secara menyeluruh dalam pembuatan artikel ilmiah dan pembahasan disini memiliki
beberapa kecendekian seorang peneliti. “Pembahasan akan mencerminkan
kecendekianpeneliti, apabila memenuhi hal-hal diantaranya: (a) kelogisan
arguemtasi peneliti dalam menjelaskan pola atau kategorinya; dan (b)
kemamfaatan tafsiran peneliti sehubungan dengan penjelasan pola atau
kategorinya; dan (c) kemampuan menyajikan pembahasan secara sistematis melalui paragraph yang
baik” (Wibowo, 2010). Jadi Analisis dan pembahasan disini dijelaskan bahwa
proses pendataan dan cara seorang peneliti dalam meneliti suatu objek yang
ditelitinya dengan baik dan benar.
|
Contoh analisis dan pembahasan yang terkategori baik, perhatikan
hubungan antara paragraph pertama (analisis) dan paragraph kedua
(pembahasan). |
|
Upacara Tabuik dilihat dari aspek latar belakang dan peristiwanya
bukanlah berasal dari budaya masyarakat Pariaman. Ia merupakan interpretasi
terhadap realitas perangan antara umat islam di irak sekitar 14 abad yang
lalu, yang diwujudkan dalam bentuk upacara dengan mengusung dua benda
berbentuk menara setinggi 10-12 meter, yang disebut tabuik. Upacara tabuik telah dilaksanakan dalam kurun waktu yang cukup lama
sehuingga kemudian terjadi domestifikasi oleh masyarakat Pariaman. Dalam proses kebudayaan, sistem pewarisan dan interaksi manusia dengan
lingkungannya selalu saling berhadapan. Terbelahnya semangat dan rasa memiliki
yang berakibat pada kelangsungan
Upacara Tabuik akhirnya membangun proses dialektika secara terus-menerus
diantara mereka. Gagasan-gagasaan baru muncul sebagai hasil dialektika yang
kemudian menjadi milik masyarakat, dan inilah yang menjadi pengarah dan
pedoman bagi sikap serta prilaku warga masyarakat pendukung kebudayaan itu
(Sumber : Asril Muchtar, “Dinamika Keberlangsungan Tabuik Pariaman”, Jurnal
Ekspresi Seni , ISI Padang Panjang, Juni 2011). Sumber : Wahyu
wibowo (2015:65-66) |
f.
Hasil Pembahasan
Hasil pembahasan disini merupakan apa
saja yang sudah diteliti seorang peneliti tersebut jadi disinilah pembahasan
yang paling dicari oleh khalayak ramai karena dari pembahasan tersebut kita
bisa mengetahui apa yang diteliti oleh si penulis, karena pembahasan disini
yaitu seseorang sangat antusias untuk membaca hasil pembahahasan karena
disinilah terdapat pokok pikiran si penulis. Menurut Wibowo (2015 : 66) “Hasil
pembahasan dalam artikel ilmiah ini adalah bagian yang paling dicari oleh
pembaca karena disinilah materi yang ditelitinya, Hasil pembahasan disini
merupakan cerminan hasil diskusi dan penafsiran si peneliti ” Jadi sesungguhnya
hasil pembahasan disini merupakan suatu isi makalah yang dibuat oleh si
peneliti dan merupakan inti sari suatu artikel atau makalah.
|
Contoh hasil pembahasan yang dianggap baik : |
|
Pada saat yang sama media televise memproduksi idiologi yang bersifat
kohesif, yakni suatu perangkat nilai (Common Sence) dan norma-norma yang
memproduksi dominasi social tertentu memampankan kekuasaan. Dunia
pertelevisian merupakan sebuah arena pertarungan dalam memperebutkan makna
ekonomi dan politik antara pihak-pihak yang berkuasa. Dalam pertarungan
tersebut seharusnya media televisi lebih berpihak kepada massa, bukan
penguasa dan pemilik modal. Keberpihakan kepada khalayak ini dilakukan untuk
melawan dominasi hegenomi kekuasaan. (...) Ketika sumber informasi dikuasi orang yang memiliki kepentingan
tertentu, kebenaran yang ada ada pada media ikut tersembunyikan. Implikasinya
khalayak ini tidak lagi bisa mendapatkan haknya akan kebenaran informasi yang
ada. Maka terjadilah distrosi informasi antara yang dikehendaki khalayak
dengan realitas yang diberitakan televisi ( Sumber : S.Afrianto, “ Kekuasaan
Media Televisi Komersial dan Netralitas Informasi ”, Jurnal Studi Komunikasi dan Media, Juli-Desember 2011) Sumber : Wahyu wibowo (2015:67) |
g.
Simpulan
Rata-rata jurnal akademik bereputasi
dewasa ini tidak mengharuskan penulis artikel ilmiah menulis simpulan dan
(apalagi) saran itu sebabnya saya setuju dengan pendapat (Rifai : 2012) ”Bahwa
simpulan dan saran merupakan ciri khas jurnal akademik diindonesia, yang bisa
jadi bertalian dengan “keinginan” pihak peyandang dana”. Jadi disini bisa
ditarik kesimpulan bahwa simpualn dan saran merupakan suatu hal yang penting
karna sudah menjadi ciri khas dalam penulisan jurnal di indonesia.
|
Contoh simpulan artikel ilmiah : |
|
Era globalisasi dan kebebasan informasi, terjadinya kesenjangan
informasi, dan dikotomi informasi antara masyarakat kaya dan masyarakay miskin akan lebih terasa.
Hal ini bisa dikurangi dengan munculnya kelompok-kelompok informasi
masyarakat dan forum-forum informasi. Khususnya masayarakat pinggiran
lebih-lebih dipedesaan yang agak jauh dari pusat kota (Sumber : Ropingan KIM
dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Ponorogo dan
Kabupaten Lombok Barat” Jurnal KomMti, Vol. 1, No.3, 2007; h.217) Sumber : Wahyu wibowo (2015:68) |
h.
Persantunan
Di dalam persatuan disini dijelaskan
bahwa ucapan terimakasih penulis artikel.“ Secara Etis persantunan harus
dicantumkan karena merupakan ekspresi rasa terimakasih penulis artikel ilmiah
terhadap pihak-pihak yang kontribusinya sangat nyata dalam penelitian.
Persantunan cukup dinarasikan dalam satu dua kalimat dan ditulis dibawah sub bab simpulan”Menurut Wibowo (2015:69).Jadi
dapat disimpulkan bahwa didalam penulisan persatuan disini yaitu ucapan
terimakasih kepada penulis artikel ilmiah dan terhadap pihak yang
berkontributor atau yang membantu dalam penulisan artikel tersebut.
|
Contoh persatuan adalah sebagai berikut : |
|
Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua
mahasiswa bimbingan penulis pada acara KLL 1993,1994,2004 dan 2006 yang telah
sama-sama menginventarisai tumbuhan obat di tiga lokasi penelitian (Sumber
:Ikhsan Matondang, “ Tumbuhan Bahan Obat Alam yang Dimamfaaatkan Masyarakat
Way Kambas Lampung, DKI Jakarta, dan Pengadaran Jawa Barat”, Ilmu Dan Budaya,
No.28,2012) Sumber : Wahyu wibowo (2015:69) |
i.
Perujukan , Bibliografi, dan Referensi
Disini dikatakan bahwa dalam penulisan suatu karya tulis ilmiah yang didalam membuat perujukan, bibliografi dan referensi disini yaitu si penulis menuliskan dari sumber mana saja dia mendapatkan suatu artikel yang ditelitinya dan cara merujuknya .“Perujukan atau pengacuan dapat dilakukan secara langsung (Menyalin apa adanya dari sumber yang te;lah diterbitkan) dan dapat pula dilakukan melalui parafrasa (menyebutkan ide orang lain dengan menggunakan kata-kata sendiri), Bibiografi harus mencantumkan semua pustaka baik yang dirujuk dalam teks maupun yang tidak ”Menurut Wibowo (2015:69). Jadi disini dijelaskan bahwa bahwa bagaimana cara membuat rujukan dan dari mana seorang penulis bisa mendapatkan suatu referensi artikel ilmiah yang sedang dia teliti.
|
Contoh Model Harvard yang telah dimodifikasi : |
|
Chicago Tribune. 1994. Gun Injuries Financial Tool on Hospital,
Februari 24. Craton, M. and G. Saunders. 1992. Islanders in the Stream : A History of the
Herring, Bahamian People. Athens: University Of Georgia Press. Herring, G. 1998. The Beguiled: Misogynist Myth or
Feminist Fable ? Liteture
Filem Quarterly 26 (3) :
214-219 Halmlound, C. 2002. Impossible Bodies: Feminity And Masculinity at the Movies. New York : Routledge. Satel, Sally. “
Oxy Contin Half-truths Can Cause Suffering.” US Today, October 27,
2003, financial edition, Lexis-Nexsis, via Galileo, http://www./galileo.usg.edu. Yin, Sandra. 2003. Color bind. American Demographics
25, (7) : 22-26.
Academic Search Primer, via Galilio, http://www./galileo.usg.edu. Sumber : Wahyu wibowo (2015:70) |
C.
Metode Atau Cara
Membaca Artikel
Dalam
membaca disini ada berbagai metode atau pun caranya, metode atau caramembaca
artikel disini yaitu pahami dulu topik dari suatu bacaan yang berupa pokok
pikirannya. Sehingga dengan begitu seseorang tersebut mengetahui sedikit
gambaran tentang isi artikel. Menurut DP. Tampubolon (2015:123) sebagai berikut :“1) Bacalah terkebih dahulu dengan cepat pertanyaan-pertanyaan, 2) Bacalah judul dan pendahuluan artikel,3) Kemudian bacalah dengan cepat batang
tubuh dan penutup artikel 4)Catatlah
waktu membaca artikel, 5) Jawablah pertanyaan-pertanyaan, 6) Kemudian periksalah jawaban-jawaban
anda dengan melihat jawaban-jawaban yang terdapat pada Apendiks, 7) Hitunglah kemampuan membaca anda
dengan rumus, 8) Buatlah diagram kemampuan baca“. Jadi di dalam membaca artikel
disini ada tata cara ataupun metode-metode yang telah ditetapkan yang terdiri
dari delapan metode .
Latihan memahami artikel :
1.
Bacalah
terkebih dahulu dengan cepat pertanyaan-pertanyaan yang terdapat di bawah
setiap artikel, dan usahakanlah mengingat isi pokok yang terdapat dalam kalimat
pengantar setiap pertanyaan. Isi-isi pokok tersebutlah yang merupakan informasi
focus Anda.
2.
Bacalah
judul dan pendahuluan artikel untuk menemukan pikiran pokok. Jika perlu, dengan
teknik baca-layap, bacalah batang tubuh artikel itu seperlunya dengan cepat
untuk menyakinkan anda tentang kebenaran pikiran pokok itu.
3.
Kemudian
bacalah dengan cepat batang tubuh dan penutup artikel itu untuk memahami
pikiran-pikiran jabaran.
4. Catatlah waktu yang anda pergunakan membaca artikel
itu mulai dari membaca judul hingga penutup(tidak termasuk waktu membaca dan
menjawab pertanyaan). Tuliskanlah waktu itu ditempat yang tersedia.
5.
Jawablah
pertanyaan-pertanyaan yang tersedia dengan membubuhkan tanda cek(v) didepan
nomor yang anda pilih.
6.
Kemudian
periksalah jawaban-jawaban anda dengan melihat jawaban-jawaban yang terdapat
pada Apendiks 6.
7.
Hitunglah
kemampuan membaca anda dengan rumus yang dikemukakan pada bab2, yaitu: jumlah
kata dalam bacaan x presentase
jawaban yang benar jumlah waktu bacaan dibagi 60
8.
Pada
akhir latihan-latihan terdapat diagram Buatlah diagram kemampuan baca anda yang
anda lakukan pada akhir nomor 7 tersebut.
d. Teknik-Teknik
Membaca Artikel
Dalam membaca artikel disini ada beberapa teknik yaitu terbagi atas lima teknik membaca artikel yang harus kita ketahui. Menurut DP. Tampubolon(2015:48-49) “Teknik yang digunakan dalam membaca artikel yaitu sebagai berikut :a) Baca-pilih, b) Baca-lompat c) Baca-layap d) Baca-tatap“.Jadi didalam membaca artikel disini kita tidak boleh asal baca karena pada dasarnya ada teknik membacanya seperti telah dijabarkan oleh DP.Tampubolon.
a)
Baca-pilih.
Yang dimaksud baca pilih-pilih (selecting) ialah bahwa membaca memilih
bahan bacaan dan atau bagian (bagian-bagian) bacaan yang dianggapnya relevan,
atau berisi informasi focus yang ditentukannya.
b)
Baca-lompat.
Dengan baca lompat (skipping) yang dimaksud ialah bahwa pembaca, dalam
menemukan atau bagian-bagian bacaan yang relevan, melampaui atau melompati
bagian-bagian lainnya.
c)
Baca-layap.
Pembaca dapat mempergunakan teknik baca-layap (skimming), yaitumembaca
dengan cepat untuk mengetahui isi umum suatu bacaan atau bagiannya.Isi umum
dimaksud mungkin adalah informasi fokus, tetapi mungkin juga hanya sebagai
dasar untuk menduga apakah bacaanatau bagian itu berisi informasi yang telah
ditentukan.
d) Baca-tatap.
Pembaca dapat juga mempergunakan teknik baca-tetap (scenning), yaitu membaca dengan cepat untuk mengetahui isi umum suatu bacaan atau sebagainya. Isi umum dimaksud mungkin adalah informasi fokus, yang telah ditentukan, dan seterusnya membaca bagian itu dengan teliti sehingga informasi fokus itu ditemukan dengan tepat dan dipahami benar.
D. Cara
Membaca Artikel
Cara
membaca artikel disini yaitu pahami dulu topik dari suatu bacaan yang berupa
pokok pikirannya. Sehingga dengan begitu seseorang tersebut mengetahui sedikit
gambaran tentang isi artikel. Menurut DP. Tampubolon (2015:115-116) Latihan Membaca Artikel sebagai berikut:
1. Memahami pikiran pokok suatu artikel, 2. Memahami Pikiran Jabaran, 3.
Pemahaman keseluruhan, 4. Pemantapan pengertian. Jadi didalam cara membaca
artikel disini dapat kita simpulkan bahwa ada tiga cara dalam membaca artikel
seperti pendapat DP. Tampubolon diatas .
1.
Memahami pikiran pokok suatu artikel.
a.
Bacalah
judul dan pendahuluan atau paragraph pendahuluan artikel bersangkutan denga
cepat dan teliti, dan berdasarkan bacaan ini rumuskanlah (sebaiknya tulisan)
fikirsn pokok yang anda duga akan diuraikan dalam batang tubuh artikel.
b.
Untuk
membuktikan benar atau tidaknya dugaan diatas dengan teknik baca layap bacalah
dengan cepat paragraph- paragraph berikut dari artikel itu.
c.
Jika
dugaan anda benar, setelah membaca layap paragraph yang diuraikan dalam batang
tubuh artikel maka kita akan mengetahui pokok pikiran artikel yang dituliskan
oleh si penulis .
d.
Jika
artikel bersangkutan mempunyai abstrak, maka pikiran pokok juga anda ketahui
dengan membaca abstrak tersebut dengan cepat.
2.
Memahami Pikiran Jabaran
a. Bacalah
paragraph dengan teknik membaca yang terdapat dalam batang tubuh
b. Dalam membaca perhatiakn sebab dan akibat hubungan waktu dan tempat, hubungan masalah dan penyelesaiannya, peran tokoh-tokoh (pesona-pesona) jika ada dan angka-angka penting.
3.
Pemahaman keseluruhan
Keseluruhan artikel telah dipahami jika pikiran pokok dan
pikiran-pikiran jabaran serta jalinan hubungan antara semua pikiran itu telah
dipahami.
4.
Pemantapan pengertian
Mampu
memahami semua pengertian – pengertian yang terdapat dalam suatu artikel yang
telah dijabarkan seorang penulis tersebut.
SIMPULAN DAN SARAN
1. Simpulan
Berdasarkan konsep – konsep yang telah dibahas dalam pembahasan. Dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
a.
Artikel
adalah karya tulis lengkap atau esai dalam majalah, surat kabar dan sebagainya
b. Salah
satu cara membaca membaca artikel yang dapat kita pahami dari topik suatu bacaan yaitu dengan cara membuat ringkasan isi wacana atau bacaan
c.
Teknik
atau cara membaca isi artikel yaitu
“Teknik yang digunakan dalam membaca artikel yaitu sebagai berikut : a)
Baca-pilih, b) Baca-lompat c) Baca-layap d) Baca-tatap“, latihan Membaca
Artikel sebagai berikut: 1. Memahami pikiran pokok suatu artikel, 2. Memahami
Pikiran Jabaran, 3. Pemahaman keseluruhan, 4. Pemantapan pengertian.
d. Hal
yang dapat dilakukan dalam membaca artikel atau latihan membaca artikel dapat
dilakukan dengan cara yang dapat kita pahami dari topik suatu bacaan yaitu
dengan cara membuat ringkasan isi wacana atau bacaan. Pada langkah ini kita
harus menentukan kalimat utama dan kalimat penjelas. Kemudian, merangkaikan
ide-ide pokok tiap paragraph yang terdapat dalam wacana tersebut dan mendata
pokok-pokok yang diperoleh dari hasil membaca,caranya kita harus dapat mencari
pokok-pokok isi bacaan yang penting. Hal ini dapat dilakukan dengan membedakan antara kalimat
utama dan kalimat penjelas.
2. Saran
Setelah kami membuat seluruh isi dari makalah membaca artikel ini, kami
bermaksud memberi sedikit saran kepada pembaca untuk memperhatikan bagaimana
cara membaca artikel dengan baik yaitu dengan memamahi isi dari sebuah artikel
dengan mengambil sisi positif nya saja.
DAFTAR RUJUKAN
Tarigan, Henry Guntur .2008.Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Membaca.Angkasa Bandung
Sugono,Dendy,dkk.2008.Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa (Edisi Keempat). Jakarta : PT. Grenmedia Pustaka Utama
Wibowo,wahyu. Menulis Artikel Ilmiah Yang Komunikatif Strategi menembus Jurnal Akademik Bereputasi. 2013. Jakarta : Bumi Aksara.
Tampubolon,Dp. Kemampuan Membaca
Teknik Membaca Efektif dan Efesien.2008. Bandung : Percetakan Angkasa.ff
Komentar
Posting Komentar